RSUDAM Siapkan Dokter Spesialis Bedah

Jemput Winda dengan Ambulans Terbaru
BANDARLAMPUNG – Winda Sari (25), pemulung yang sempat terusir dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), kemarin kembali ke RS pelat merah itu. Dia dibawa dengan ambulans terbaru milik RSUDAM nomor polisi BE 2340 BZ.

Ambulans sudah menjemput Winda di Klinik Mitra Anda, tempat ia sebelumnya dirawat, sejak pukul 09.00 WIB. Prosesi itu langsung dikawal Kepala Subbagian Keperawatan Farida Ariani dan Kepala Bagian Ambulans Saut M.

Farida menyatakan, sebelum ditempatkan di ruangan, Winda akan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDAM terlebih dahulu. Setelah itu, ia dirawat di ruangan Mawar. ’’Kami siapkan yang terbaik, semisal dokter spesialis bedah untuk menanganinya,” terang dia.

Informasi yang diperoleh Radar Lampung, Winda dibawa ke RSUDAM atas permintaan tenaga sukarela dari Kementerian Sosial, Ika Pujianti Rahayu. Pasalnya, peralatan RSUDAM lebih komplet serta ada rehabilitasi medik seperti fisioterapi.

Menurut Farida, pihaknya akan mendampingi Winda yang memang sudah dikenalnya sejak Agustus 2014. ’’Saya minta dia dirawat di RSUDAM. Dan, Winda menyetujuinya, asalkan saya ikut mendampingi,” akunya.

Pemilik Klinik Rawat Inap Mitra Anda, Sukiman, mendukung kepindahan Winda itu. Ia menegaskan, RSUDAM memiliki penanganan dan peralatan yang lebih baik dari kliniknya. ’’Tetapi, kami tetap siap jika diminta merawatnya juga,” tuturnya.

Sukiman menjelaskan, di tempatnya, Winda diberikan perawatan intensif di ruangan ber-AC. Luka pada kakinya dibersihkan tiap pagi dan sore untuk mencegah infeksi menyebar luas ke bagian tubuhnya yang lain.

Relawan Giving Friday, Nita Susanti, yang mengajak Winda ke Klinik Mitra Anda sebelumnya berharap ibu satu anak itu mendapat pelayanan yang layak di RSUDAM. ’’Apalagi, RSUDAM sudah berjanji,” tukasnya.

Terpisah, Direktur Utama RSUDAM Hery Djoko Subandryo menolak mengomentari masalah ini. Ditemui di lingkungan Pemprov Lampung kemarin, ia menyatakan hal itu sesuai instruksi dari Gubernur M. Ridho Ficardo.

’’Sudah, kan kemarin pemprov bilang bahwa itu sudah menjadi masalah keseluruhan, masalah pemprov. Pak Wagub (Bachtiar Basri) juga sudah bilang siap salah,” tuturnya.

Pada bagian lain, Gerakan Mahasiswa Pembela Aspirasi Rakyat (Gempar) kemarin turun ke jalan untuk menggalang dana kepedulian bagi Winda. Mereka menyesalkan dugaan pengusiran Winda dari RSUDAM yang diduga dilakukan oknum perawat.

Koordinator Gempar Risma Borthon menyatakan, dalam aksi di Tugu Adipura, Bandarlampung, itu pihaknya berhasil mengumpulkan dana Rp1,8 juta. Rencananya hari ini, uang diberikan langsung kepada Winda. (abd/why/p2/c1/gie)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s